SAINS TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT
Apakah yang Dimaksud dengan Pendekatan STM (Sains
Teknologi dan Masyarakat) itu?
Dalam bahasa
aslinya (Bahasa Inggris), pendekatan STM (Sains Teknologi dan Masyarakat)
dikenal sebagai Science Technology and Society Approach (Science =
sains; Technology = teknologi; Society = masyarakat; dan Approach
= pendekatan). Di Indonesia, pendekatan STM ini mulai diperkenalkan di
tahun 1990. Di negara pengembangnya, yaitu Inggris dan Amerika, pendekatan STM
atau STS ini telah banyak digunakan dalam pembelajaran sejak tahun 1970-an. Pendekatan
STM (Sains Teknologi Masyarakat) adalah suatu usaha untuk menyajikan sains
(IPA) melalui pemanfaatan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan
sains teknologi dan masyarakat melibatkan siswa dalam penentuan tujuan
pembelajaran, prosedur pelaksanaan pembelajaran, pencarian informasi bahan
pembelajaran dan bahkan pada evaluasi belajar. Tujuan utama pendekatan sains
teknologi dan masyarakat (STM) yaitu agar dihasilkan siswa-siswa yang memiliki
bekal ilmu dan pengetahuan agar nantinya mampu mengambil keputusan-keputusan
terkait masalah-masalah dalam masyarakat.
Pendekatan S-T-M pada awalnya
merupakan salah satu pendekatan yang ditujukan untuk pendidikan ilmu alam (natural
science education). Pertama kali berkembang di Amerika Serikat, selanjutnya
di Inggris dengan nama SATIS (Science Technology in Society), di Eropa
dikembangkan EU-SATIS. Sedangkan di Israel dengan istilah (Science
Technology Environment Society) dan di negara-negara Afrika dengan nama Science
Policy. Sedangkan istilah Sains-Teknologi-Masyarakat (S-T-M atau SATEMAS)
sendiri pertama kali dikemukakan oleh John Ziman dalam bukunya Teaching and
Learning About Science and Society.
Sains dan teknologi dalam kehidupan
masyarakat khususnya dunia pendidikan mempunyai hubungan yang erat. Hal ini
dapat dipahami karena ilmu pengetahuan pada dasarnya menjelaskan tentang
konsep. Sedangkan teknologi merupakan suatu seni/keterampilan sebagai
perwujudan dari konsep yang telah dipelajari dan dipahami. Dengan kata lain
untuk memahami sains dan teknologi berarti harus memiliki kemampuan untuk
mengatasi masalah dengan menggunakan konsep-konsep ilmu, mengenal teknologi
yang ada di masyarakat serta dampaknya, mampu menggunakan dan memelihara hasil
teknologi, kreatif membuat hasil teknologi sederhana, dan mampu mengambil
keputusan berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakatnya.
Definisi S-T-M menurut The
National Science Teachers Association (NSTA) adalah belajar dan mengajar
sains dalam konteks pengalaman manusia. Sedangkan Poedjiadi (2005:47)
mengatakan bahwa pembelajaran S-T-M berarti menggunakan teknologi sebagai
penghubung antara sains dan masyarakat.
(sumber: http://penelitiantindakankelas.blogspot.co.id)
Komentar
Posting Komentar